Skip to content Skip to footer

 

Mijn naam is Jero / Pemangku Komang Wardika. Sinds eind 2023 woon ik in Nederland, waar ik contact kreeg met de Balinees-Hindoeïstische gemeenschap. In 2025 werd ik tijdens de grote Melaspas en Ngenteg Linggih ceremonie door een hogepriester Ida Shri Bhagawan Putra Natha Nawa Wangsa die speciaal voor de ceremonie naar Nederland kwam, gekozen om te dienen als Pemangku. Deze benoeming kwam onverwacht en raakte me diep, terwijl het me tegelijkertijd vervulde met een gevoel van diepe dankbaarheid.

Voor mij is spiritualiteit niet alleen een religieuze rol of verplichting. Het is een levenslang pad van toewijding, zelfdiscipline en dienstbaarheid. Het worden van een Pemangku heeft mijn bewustzijn vergroot van de verantwoordelijkheid om te leven met integriteit, nederigheid en mededogen. Het betekent voor mij, dat ik een brug mag zijn: tussen het heilige en de gemeenschap, tussen traditie en het huidige moment, en tussen generaties.

Ik ervaar dit als mijn roeping: om de tempel Pura Shanta Citta Bhuwana en onze religieuze gemeenschap te dienen. Met de intentie om vrede en harmonie te bevorderen, werk ik samen met Stichting BAS om de Balinese religie en cultuur te versterken, te behouden en door te geven aan toekomstige generaties in Nederland en heel Europa.

Uiteindelijk gaat dit pad voor mij over het bewaren van de balans in jezelf, binnen de gemeenschap en tussen de mensheid en het goddelijke.

Om Shanti Shanti Shanti Om

 


Nama saya Jero / Pemangku Komang Wardika. Sejak akhir tahun 2023, saya tinggal di Belanda, di mana saya mulai berhubungan dengan komunitas Hindu Bali. Pada tahun 2025, dalam upacara besar Melaspas dan Ngenteg Linggih, saya dipilih untuk mengabdi sebagai seorang Pemangku oleh seorang sulinggih tinggi, Ida Shri Bhagawan Putra Natha Nawa Wangsa, yang secara khusus datang ke Belanda untuk menghadiri upacara tersebut. Pengangkatan ini datang secara tidak terduga dan sangat menyentuh hati saya, sekaligus memenuhi diri saya dengan rasa syukur yang mendalam.

Bagi saya, spiritualitas bukan sekadar sebuah peran keagamaan atau kewajiban. Spiritualitas merupakan jalan hidup yang berlangsung sepanjang hayat, yang menuntut pengabdian, disiplin diri, dan pelayanan kepada sesama. Menjadi seorang Pemangku telah memperluas kesadaran saya akan tanggung jawab untuk hidup dengan integritas, kerendahan hati, dan welas asih. Bagi saya, hal ini berarti bahwa saya diberi kesempatan untuk menjadi sebuah jembatan: antara yang sakral dan masyarakat, antara tradisi dan masa kini, serta antara generasi yang satu dengan generasi berikutnya.

Saya merasakan hal ini sebagai panggilan hidup saya: untuk mengabdi kepada Pura Shanta Citta Bhuwana dan komunitas keagamaan kami. Dengan niat untuk turut menciptakan kedamaian dan keharmonisan, saya bekerja sama dengan Yayasan BAS untuk memperkuat, melestarikan, dan meneruskan agama serta kebudayaan Bali kepada generasi-generasi mendatang di Belanda dan di seluruh Eropa.

Pada akhirnya, bagi saya, jalan ini adalah tentang menjaga keseimbangan dalam diri sendiri, di tengah masyarakat, serta antara umat manusia dan Yang Ilahi.

Om Shanti Shanti Shanti Om

Go to Top